Kunjungan industri atau dalam perkuliahan sering disebut Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam pendidikan teknik kimia, karena dari situlah mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah industri berjalan. Pada kunjungan kali ini mahasiswa Teknik Kimia UMS yang berjumlah 46 mahasiswa dan didampingi oleh Bapak Rois Fathoni dan Bapak Herry Purnama, berkesempatan berkunjung ke PT. Krakatau Tirta Industri pada 23 April 2018.

Krakatau Tirta Industri atau yang sering disebut dengan PT.KTI merupakan anak perusahaan yang sahamnya 99,99% dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) dan 0,01% dimiliki oleh PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC). Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan air bersih yang mulai beroperasi sejak 1978. Sebagian besar air bersih yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan industri dan sebagian lain untuk kebutuhan masyarakat kota Cilegon.

Kunjungan tersebut disambut dengan sangat baik oleh pihak perusahaan. Penyambutan rombongan UMS dilakukan di Gedung Serba Guna oleh Bapak H. MaimunMewakili Manajemen, dan selanjutnya penyampaian materi di lakukan oleh Bapak Taufik Gumilardari Divisi Produksi.Bapak H. Maimun menyampaikan,”KTI selalu terbuka bagi akademisi atau lembaga pendidikan lainnya untuk bekerjasama berbagi ilmu terkait teknologi yang ada di PT. KTI baik itu berupa penelitian, praktek lapangan, dan lain-lain.” Hal ini pun mendapat antusias dari perwakilan Dosen Pendamping yang menginginkan adanya kegiatan kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Surakarta dan PT. KTI.

Sumber air PT. Krakatau Tirta Industri berasal dari Sungai Cidanau. Sumber air baku ini ditampung dalam suatu penampungan sementara yang disebut dengan nama Waduk Krenceng dan kemudian ditampung di water intake untuk diproses. Di dalam WTP terjadi proses penjernihan air dari air baku menjadi air bersih yang terdiri dari proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan reservoir. Proses koagulasi terjadi di dalam sebuah chamber dengan mencampur air baku dengan bahan koagulan yaitu alum/Aluminiium Sulfat Al2(SO4)3. Proses flokulasi merupakan proses pembentukan flok dimulai dengan partikel kolloid yang sudah de-stabil digabungkan dengan colloid lain sehingga membentuk flok yang besar. Proses selanjutnya yaitu sedimentasi yang merupakan suatu proses yang dilakukan untuk menghilangkan materi tersuspensi dengan mengendapkan secara gravitasi di bak pengendapan atau akselerator. Selanjutnya proses filtrasimerupakan proses penyaringan yang berfungsi untuk memisahkan padatan tersuspensi dan flok-flok yang masih lolos dalam proses sedimentasi. Proses penyaringan ini menggunakan kerikil, pasir, dan bahan-bahan lainnya yang dapat digunakan berulang kali. Proses desinfeksi merupakan proses untuk menghilangkan mikroorganisme patogen agar air yang dihasilkan memenuhi syarat bakteriologis.

PT KTI mempunyai 4 tempat penampungan air bersih yang siap untuk didistribusikan yang terdiri dari tiga reservoir dan satu tower reservoir. Reservoir 1 digunakan untuk mendistribusikan air ke wilayah industri Krakatau Steel, reservoir 2 digunakan untuk mendistribusikan  air ke PDAM Cilegon, reservoir 3 merupakan reservoir baru yang sedang dalam tahap penyelesaian yang rencananya akan digunakan untuk didistribusikan ke wilayah baru proyek PT Krakatau Steel. Sedangkan untuk tower reservoir digunakan untuk didistribusikan kepada konsumendanperumahan di wilayah Cilegon dansekitarnya.