Kuliah Umum dengan Pembicara Dr. Ing. Suhendro telah dilaksanakan pada Sabtu, 25 Agustus 2018 di

Ruang Abu Bakar Ash-Shiddiq, Lantai 5, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kuliah umum dimulai dari jam 8.30 sampai dengan 11.30. Muhammad Rasyid Al Hakim sebagai Ketua Panitia Kuliah Umum menyampaiakan “Kuliah Umum merupakan agenda Program Studi Teknik Kimia yang diselenggarakan pada Semester Ganjil dan Genap. Kuliah Umum dihadiri oleh 136 peserta yang terdiri dari 46 mahasiswa angkatan 2015, 11 mahasiswa Transfer Genap dan Ganjil 2017.”

Panitia Kuliah Umum mengangkat tema “Mempersiapkan Kompetensi dan Karakter Insyinur Teknik Kimia Berkualitas Internasional untuk Kemajuan Bangsa”.

Pembicara Kuliah Umum adalah Bapak Dr.-Ing. Suhendra. Pembicara yang berasal dari Indonesia yang sekarang bekerja dan menetap di Jerman berprofesi sebagai Senior Process Engineer, VTA-GmbH/British Petroleum Germany (Verfahrenstechnik und Automatisierung). Beliau juga merupakan salah satu perwakilan pada asosiasi profesi yang bernama Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional.  Menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktif Teknik Kimia yang mengikuti acara Kuliah Umum ini.

Dr Ing Suhendro menyampaikan “Industi silikon terutama polycristlalline silicon untuk sel surya sangat penting untuk pembangunan dan perkembangan suatu negara. Proses produksi polycristlalline silicon cukup rumit, harus melalui proses pemilihan kualitas silikon metalurgi, kemudian dilakukan proses hidrogenasi dan dilakukan proses pemurnian”

Selanjutnya Dr. Ing Suhendro juga menerangkan tentang proses pembuatannya yaitu hasil polycristlalline silicon berupa TCS dengan kemurnian tinggi yang dilanjutkan ke proses CVD (Chemical Vapor Deposition). Selanjutnya diperoleh silikon untuk bahan elektronik (12 N). Proses perubahan dari STC ke TSC terjadi sangat cepat, jadi diperlukan ketepatan dalam menghentikan proses reaksi setelah berubah menjadi TCS agar tidak kembali ke bentuk STC. Silikon untuk elektronika sangat dibutuhkan dalam industry perabotan elektronik. Saat ini sudah hampir semua alat-alat elektronik menggunakan silikon jenis ini, sehingga pembuatan silikon ini sangat penting. Silikon paling banyak digunakan di mobile phone.

Dr Ing Suhendro juga menjawab pertanyaan dari mahasiswa yang menanyakan apa perbedaan industri kimia yang didirikan di Jepang dan di Indonesia? Beliau menjawab ” Mendirikan pabrik di Jerman tidaklah mudah. Di sana harus melalui perizinan keamanan yang ketat. Karena Jerman merupakan daerah jajahan, di sana sebuah lahan kosong terkadang terdapat ranjau yang bias sewaktu-waktu akan meledak. Oleh sebab itu pendirian pabrik di Jerman harus melalui izin keamanan yang ketat untuk memastikan lahan tersebut aman di dirikan sebuah pabrik”

Dr. Ing. Suhendro juga memotivasi mahasiswa Teknik Kimia UMS untuk melanjutkan studi Jerman. Karena secara umum kuliah di Jerman itu gratis. Untuk dapat kuliah di sana disarankan untuk mengambil program internasional. Cari seorang professor untuk menjadi pembimbing kita dan mengirimkan motivasi. Mengakihiri Kuliah Umum Dr. Ing. Suhendro menjelaskan” Penelitian yang sedang gencar dilaksanakan di Jerman adalah penelitian bertemakan life science, teknologi material dan energi.