Hotspot Area
Hotspot Area
Hotspot Area

Seputar UMS

Delegasi Indonesia Boyong Dua Piala Ajang YMAC 2014 Singapura

Admin | Kamis, 08 Januari 2015 - 17:06:45 WIB | dibaca: 1557 pembaca

Peserta YMAC 2014 dari Indonesia berfoto bersama

26 Desember 2014 7:33 WIB 

Category: Berita UtamaSmCetak 

 

SOLO – Delegasi Indonesia sukses memboyong dua penghargaan pada ajang Youth Model ASEAN Conference (YMAC) 2014 di Singapura, 18-22 Desember. Delegasi Indonesia merupakan gabungan mahasiswa lima perguruan tinggi nasional: Institut Tehnologi Bandung (ITB), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta UMY) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN).

Mereka didampingi dua dosen pembimbing, Hary Devianto PhD (ITB) dan Rois Fatoni PhD (Dosen Teknik Kimia UMS mewakili UMS). Mereka menyisihkan delegasi dari 10 negara ASEAN. Penghargaan diberikan oleh Minister for Culture, Commmunity and Youth, Lawrence Wong pada acara penutupan, Senin (22/12) di Auditorium Singapore Polytechnic, Singapura.

Piala diterima oleh Luh Laksmi Dharayanti Satria (ITB) dan Devina Yonathan (ITB). Piala juga diberikan kepada Yeong Lit Yang (Polikteknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Malaysia), Sok Korng (Beitei Internasional University, Cambodia) dan Iftikhaar Bin Hassan (Temasek Polytechnic, Singapore). ’’Saya bangga menyerahkan piala ini kepada para mahasiswa yang penuh bakat. Mereka adalah calon pemimpin masa depan,’’’ pesan Wong.

Menurutnya, kegiatan tahunan YMAC merupakan upaya positif yang dilakukan Pemerintah Singapore untuk generasi muda ASEAN guna mencari solusi bersama dalam bingkai kerjasama. Disadari, perbedaan selalu ada, konflik mungkin saja timbul, namun mempertahankan kedamaian harus selalu diupayakan untuk mencapai One Vison, One Identitydan One Community. ’’Sepuluh negara ASEAN adalah satu kesatuan dan harus saling melengkapi, tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri masing-masing,’’katanya.

Forum Pemuda Sebagai contoh kondisi riil ekonomi setiap negera ASEAN belum merata sehingga tidak mungkin memaksakan pemberlakuan mata uang bersama. Kondisi saat ini, menurut Wong, belum memungkinkan diterapkan, sebab salah satu syarat pemberlakukan mata uang bersama adalah tingkat kemerataan dalam bidang ekonomi. ’’Mungkin beberapa tahun ke depan,’’katanya. Sekjen YMAC2014, Shane Soh Shi Nan mengungkapkan YMAC merupakan forum bagi pemuda untuk mendiskusikan dan belajar tentang isu-isu terkini yang terjadi di wilayah ASEAN.

Sidang-sidang dalam konferensi ini disimulasikan, serta dirancang semirip mungkin dengan sidang ASEAN sesungguhnya. Karena itulah, tidak salah jika tema yang diambil adalah, ’’Voices Today, Echos Tomorrow. Peserta kegiatan itu, berjumlah 200 orang yang terbagi dalam 10 delegasi mewakili negara ASEAN. ’’Selama empat hari, delegasi bersidang, berdebat dan membuat resolusi yang diharapkan dapat memecahkan persoalan yang dihadapi.

Mereka sangat aktif, sebab kami yakin suara mereka hari ini, akan memberi dampak dikemudian hari. Mereka juga saling mengenal dan berbagi, bukan saja saat YMAC, tapi persahabatan itu akan terus terjalin hingga mereka pulang,’’paparnya. YMAC kali pertama dilakukan tahun 2012. Sebelumnya hanya melibatkan delegasi dari lima perguruan tinggi di Singapura. Dua dosen pembimbing Rois Fatoni dan Hary Devianto mengaku bangga dengan prestasi delegasi mahasiswa Indonesia. (san-92)

Dikutip dari Harian Suara Merdeka





Komentar Anda :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)