Mahasiswa Teknik Kimia UMS Kunjungi Kampung Batik Laweyan untuk Pelajari Industri Batik Berkelanjutan

Surakarta, 23 Mei 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kunjungan edukatif ke Kampung Batik Laweyan, Surakarta, pada 23 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai proses produksi batik, pengelolaan limbah industri batik, serta penerapan teknologi yang mendukung industri kreatif berbasis budaya dan berkelanjutan. Kegiatan ini didampingi oleh dosen Program Studi Teknik Kimia UMS, yaitu Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D., IPM., Ir. Haryanto, M.S., dan Emi Erawati, S.T., M.Eng. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati proses produksi batik sekaligus memahami tantangan industri batik dalam menjaga kualitas produk dan kelestarian lingkungan. Pemilik industri batik yaitu Bapak Ir. Alpha Febela Priyatmono, M.T mengungkapkan bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa harus teta menjaga budaya kita salah satunya yaitu batik.

Selama kunjungan, mahasiswa diperkenalkan dengan sejarah Kampung Batik Laweyan sebagai salah satu sentra batik tertua di Indonesia yang telah berkembang menjadi kawasan industri kreatif dan destinasi wisata budaya. Selain mengenal nilai historis dan budaya batik, peserta juga mempelajari tahapan produksi, mulai dari proses pembuatan pola, pencantingan, pewarnaan, pelorodan, hingga proses penyelesaian (finishing) kain batik.

Tidak hanya mempelajari aspek produksi, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik limbah cair yang dihasilkan dari proses pewarnaan batik serta berbagai upaya pengelolaan limbah yang dilakukan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Diskusi mengenai penggunaan zat warna, efisiensi penggunaan air, serta penerapan teknologi pengolahan limbah menjadi salah satu materi yang menarik perhatian peserta karena berkaitan langsung dengan bidang keilmuan Teknik Kimia.

Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D., IPM. menjelaskan bahwa industri batik merupakan contoh nyata bagaimana ilmu teknik kimia berperan dalam mendukung proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa inovasi teknologi tidak hanya diterapkan pada industri berskala besar, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh industri kecil dan menengah agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Ir. Haryanto, M.S. menambahkan bahwa kunjungan lapangan seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lapangan, terutama terkait teknologi proses, pengelolaan limbah, konservasi sumber daya, dan penerapan prinsip produksi bersih (cleaner production).

Sementara itu, Emi Erawati, S.T., M.Eng. menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya lokal melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan memahami proses produksi batik secara menyeluruh, mahasiswa diharapkan mampu memberikan ide-ide inovatif yang dapat mendukung peningkatan kualitas produk sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Selain berdiskusi dengan pelaku industri batik, mereka juga berkesempatan melihat secara langsung proses membatik dan mengenal berbagai inovasi yang telah diterapkan oleh perajin dalam meningkatkan kualitas produk serta daya saing industri batik.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Kimia UMS terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman yang memperkuat kompetensi akademik sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu keberlanjutan. Kunjungan ke Kampung Batik Laweyan diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran teknik kimia dalam mendukung pengembangan industri kreatif yang inovatif, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

Scroll to Top