Teknik Kimia UMS Gelar Safety Induction untuk Tingkatkan Budaya Keselamatan Kerja di Laboratorium

Surakarta, 10 Februari 2026 – Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Safety Induction bagi mahasiswa sebagai upaya membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebelum pelaksanaan praktikum di laboratorium. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Februari 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Angkatan 2025 yang akan melaksanakan berbagai kegiatan praktikum di laboratorium Teknik Kimia.

Safety Induction dipandu oleh Ir. Denny Vitasari, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. bersama tim laboran Laboratorium Teknik Kimia UMS yaitu Ilham Budiawan, S.T., M.T dan Hartini, S.T., M.T. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja serta membekali mereka dengan pengetahuan dasar dalam mencegah terjadinya kecelakaan selama berada di laboratorium. Dalam pemaparannya, Ir. Denny Vitasari menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek utama yang harus diprioritaskan dalam setiap aktivitas praktikum. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami prosedur percobaan, tetapi juga wajib mengetahui potensi bahaya yang mungkin muncul ketika bekerja dengan berbagai bahan kimia, peralatan laboratorium, maupun instrumen penelitian.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tata tertib laboratorium, penggunaan alat pelindung diri (APD), identifikasi simbol dan label bahan kimia, prosedur penyimpanan bahan kimia, penanganan limbah laboratorium, serta langkah-langkah tanggap darurat apabila terjadi kecelakaan kerja, seperti tumpahan bahan kimia, kebakaran, maupun paparan bahan berbahaya.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas keselamatan yang tersedia di laboratorium, seperti fire extinguisher (APAR), eye wash station, safety shower, kotak P3K, jalur evakuasi, serta titik kumpul darurat. Tim laboran memberikan demonstrasi mengenai cara penggunaan fasilitas tersebut agar mahasiswa memahami prosedur yang benar apabila menghadapi kondisi darurat.

Melalui sesi praktik dan simulasi, mahasiswa dilatih untuk menerapkan prosedur keselamatan secara tepat, mulai dari penggunaan alat pelindung diri hingga langkah-langkah penanganan awal dalam situasi darurat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa bahwa budaya keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan akademik di laboratorium.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai berbagai potensi risiko yang dapat ditemui selama praktikum. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan kerja laboratorium yang aman, tertib, dan sesuai dengan standar keselamatan.

Melalui pelaksanaan Safety Induction ini, Program Studi Teknik Kimia UMS menegaskan komitmennya dalam menerapkan budaya Safety First pada seluruh kegiatan laboratorium. Dengan pemahaman yang baik mengenai aspek keselamatan dan kesehatan kerja, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan praktikum secara disiplin, bertanggung jawab, dan profesional, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan aman, efektif, dan berkualitas.

 

Scroll to Top